A huge collection of 3400+ free website templates JAR theme com WP themes and more at the biggest community-driven free web design site
Give your website a premium touchup with these free WordPress themes using responsive design, seo friendly designs www.bigtheme.net/wordpress
Home / Program Insentif Riset SINas

Program Insentif Riset SINas

Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (Insentif Riset SINas) merupakan salah satu instrumen kebijakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang dikembangkan dengan mempertimbangkan akan perlunya optimalisasi sumberdaya litbang dan meningkatkan sinergi, serta memperkuat kapasistas iptek di lemlitbang dan industri. Insentif Riset SINas yang berupa skema bantuan pendanaan riset ini dimaksudkan untuk mengatasi persoalan–‐persoalan utama terkait upaya penguatan Sistim Inovasi Nasional (SINas) terutama upaya untuk mendorong terjadinya sinergi antar lembaga riset, meningkatkan produktivitas penelitian dan pengembangan, dan mendorong pendayagunaan sumberdaya litbang nasional.

 

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan Insentif Riset SINas adalah untuk mendukung program penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas) melalui peningkatan 3 sinergi, produktivitas, dan pendayagunaan sumberdaya litbang nasional. Sasaran yang ingin dicapai adalah peningkatan produktivitas dan pendayagunaan hasil litbang nasional. Untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut diatas, penyelenggaraan Insentif Riset SINas ini dilakukan dengan mengelompokkan pendanaannya menjadi 2 (dua) buah skema, yaitu Pendanaan untuk Riset Dasar dan Pendanaan untuk Riset Terapan.

 

SKEMA RISET

  1. Riset Dasar (RD)

Riset Dasar adalah penelitian teoritis dan atau eksperimental guna memahami masalah dan mendapatkan pengetahuan baru tentang prinsip–‐prinsip dasar dari fenomena atau fakta yang teramati. Tujuan Riset Dasar adalah untuk mengejar ketertinggalan penguasaan iptek (state of the art) dan menghasilkan penemuan–‐penemuan baru atau terobosan baru (breaktrough) yang berkualitas.

Kriteria Riset Dasar:

  • Penelitian yang berupa pengembangan ide baru yang kritis dalam bidang keilmuan;
  • Penelitian yang memberikan kontribusi bagi pembaharuan dan/ atau pengembangan, verifikasi teori 5 dan konsep baru, serta metode baru dalam bidang keilmuan;
  • Penelitian yang memberikan manfaat akademik bagi pengembangan teori dan kajian ilmiah yang mutakhir sesuai dengan state of the arts dalam bidang ilmu tertentu) yang mendukung topik yang ditawarkan.

Keluaran Riset Dasar :

  • Keluaran Riset Dasar adalah berupa karya tulis ilmiah yang diterbitkan di jurnal Nasional Terakreditasi, Paten, PVT (sesuai 6 rejim HKI). Publikasi ilmiah tersebut berisi konstruksi teoretis dan metodologis dalam bentuk teori baru, konsep baru atau metode baru.

Unsur Penilaian :

  • Menawarkan ide baru baik secara teoretis maupun metodologis dalam memaknai secara kritis kecenderungan perkembangan bidang keilmuan yang mendukung topik yang ditawarkan;
  • Memiliki bangunan konseptual yang kuat dan jelas;
  • Memenuhi persyaratan ilmiah dalam rumusan masalah dan metode pemecahannya.

 

2. Riset Terapan (RT)

Riset Terapan adalah riset yang mengintegrasikan teknologi secara sistematis dari hasil-­‐hasil riset dasar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan pengintegrasian teknologi, khususnya dalam mengaplikasikan hasil-­‐hasil riset dasar menjadi proven technology.
Riset Terapan diutamakan untuk kegiatan penelitian/perekayasaan yang hasilnya mempunyai prospek menuju tahap produksi massal (industri) yang bernilai komersial.

Kriteria Riset Terapan :

  • Riset yang bermuara pada pemecahan masalah teknologi yang faktual;
  • Memberikan peningkatan nilai tambah (added value);
  • Ada unsur keterpaduan antar disiplin ilmu yang saling melengkapi.

Keluaran Riset Terapan :

  • Keluaran Riset Terapan berupa dokumen teknologi produk/ proses, prototipe, publikasi ilmiah di jurnal Nasional Terakreditasi dan atau jurnal Internasional, Paten, PVT (sesuai 6 rejim HKI).

Unsur Penilaian :

  1. Orisinalitas dan kreativitas dalam pemecahan permasalahan yang dihadapi;
  2. Adanya added value dari teknologi produk/proses;
  3. Adanya kemampuan pengintegrasian teknologi dalam menerapkan hasil riset dasar menjadi proven technology;
  4. Adanya dampak hasil penelitian terhadap kemampuan dan pengembangan institusi, SDM dan bidang yang dipilih.
Print Friendly