ITS Sororti Hortikultura Domestik Tidak Kompetitif

Posted by aldrian On April - 13 - 2013

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS kembali menyelenggarakan diskusi bersama para pakar dari sejumlah instansi terkait rantai suplai produk hortikultura, Jumat (12/4). Dalam kesempatan ini dipaparkan berbagai data terkait jumlah impor dan ekspor produk hooltikultura hingga tahun 2012. Secara umum data tersebut menunjukkan total jumlah ekspor Indonesia tak lebih dari dua persen dari jumlah impor.

Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan dari Gabungan Pengusaha Expor Indonesia (GPEI), Asosiasi Logistic and Forwarder Indonesia (ALFI), Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) dan Balai Karantina Ikan Jawa Timur. “Melalui diskusi ini kami akan memberi solusi terkait kegiatan pasca panen, yakni soal distribusi dan rantai suplai,” ujar Dr Saut Gurning ST MSc, Ketua Pusat Kerjasama dan Promosi LPPM ITS.

Dalam kesempatan ini, ITS menyampaikan data yang menunjukkan bahwa total jumlah impor produk hortikultura Indonesia mencapai angka 2,5 milyar USD, sedangkan ekspor hanya sebesar 50 juta USD. Total impor tersebut terdiri dari empat jenis komoditas yakni buah, sayur, makanan olahan, dan daging. Untuk jenis sayuran, lima barang yang diimpor paling banyak adalah bawang putih, kentang, bawang merah, bawang Bombay, cabai. Sedangkan untuk makan olahan, yang paling banyak diimpor adalah susu, ikan, keju, telur, dan cokelat.

Sepakat dengan data yang disampaikan ITS, Isdarmanta perwakilan GPEI juga menyampaikan data yang menunjukkan lemahnya ekspor hortikulturadalam negeri. Bahkan Jawa Timur secara keseluruhan mengalami penurunan nilai ekspor dari tahun 2011 ke tahun 2012 yakni dari 17401 USD menjadi 14483 USD. “Dari total ekspor tersebut, pertanian hanya menyumbang tujuh persen” ungkap Isdarmanta.

Untuk itu, dibutuhkan suatu langkah sistematis guna memperbaiki produksi hortikultura dalam negeri. Sehingga nilai ekspor dapat meningkat dan kebutuhan domestik dapat dipenuhi.  “Kita harus kompetitif dengan mulai meningkatkan standar mutu,” terang Prof Nyoman Pujawan, Kepala Laboratorium Supply Chain ITS.

Lebih dari itu Nyoman juga mengatakan bahwa peran teknologi dalam peningkatan produkstivitas hortikultura juga sangat besar. Ia menyontohkan Thailand yang telah sukes menggunakan teknologi untuk menetapkan waktu produksi tanpa bergantung dengan musim buah. “Sedangkan di Indonesia, mangga masih musiman, bibit mangga juga tidak disertivikasi, tidak ada kepastian kapan mangga itu bisa diproduksi,” ujarnya.

Tak hanya itu, produksi susu dalam negeri juga masih sangat lemah. Saat ini Indonesia mengimpor dry milk sebanyak 600 ton per hari. Dimana kebanyakan susu itu berasal dari New Zealand. Saat ini hanya terdapat 52 kopersi susu dan jumlah sapi tak lebih dari 161 ribu ekor. “Produksi susu memang tidak cukup, bahkan susu produksi kita ada yang juga dibatasi karena tidak memenuhi standar,” terang Hengky, perwakilan ALFI.

Permasalahan lemahnya daya saing produk hortikultura juga diakui tidak hanya terjadi di hulu saja. Sistem transportasi dan logistik yang tidak senergis juga penyebab kendala lain yang tak kalah serius. Secara umum disimpulkan bahwa daya saing produk hortikultura dalam negeri tidak unggul karena ketiadaan proses manajemen produksi, transporasi yang sporadis, dan mutu kualitas yang masih rendah.

Menjawab masalah standar mutu, Balai Karantina Ikan Jawa Timur menjelaskan pihaknya telah memlakukan berbagai upaya. Beberapa diantaranya adalah menerapkan regulasi Standard International Food Safety, penggunaan barcode serta adaptasi Supply Chain of Aquaculture Product. Sedangkan untuk menjaga kualitas ikan dalam kondisi baik dan aman, Balai Karantina Ikan juga telah memberlakukan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) kepada setiap produsen. Kelayakan pengelolahannya akan dilaksankan oleh Dinas Perikanan.

Dari diskusi ini dikeluarkan rekomendasi untuk perluasan dan pengembangan budidaya sebagai langkah menjaga produktivitas. Menghitung berapa kebutuhan domestik juga menjadi hal yang sangat penting agar Indonesia tidak melulu jadi market negara lain. Selain itu, para pakar sepakat perlunya peningkatan peranan lembaga penelitian dan akademisi dalam penyelesaian masalah-masalah tersebut.

Sedangkan untuk pemerintah dianjurkan untuk menyediakan peraturan tata niaga yang jelas dan mudah dijalankan. Selain itu perencanaan biaya logistik yang efisien serta melakukan penuruan suku bunga yang masih tinggi juga perlu dilakukan untuk mendukung produksi hortikultura dalam negeri. “Jangan sampai free trade 2015 kita hanya jadi penonton,” pungkas Bambang Sukadi, Ketua GINSI Jawa Timur.

Here is the attachments of this Post

You must be logged in to post a comment.

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

PANDUAN PENELITIAN D

Panduan_Pelaksanaan_Penelitian_dan_PPM_Edisi_ IX 2013

Pengumuman Penelitia

Kepada Yth. Para Dosen Peneliti di Lingkungan Kampus ITS   Sehubungan dengan Program ASEAN ...

Penerimaan Bantuan D

Kepada Yth. Seluruh Dosen Peneliti Penerima Bantuan Dana Publikasi Internasional, ...

PENERIMAAN PROPOSAL

Kepada Yth. Para Dosen Peneliti di Lingkungan ITS Dengan ini kami informasikan bahwa ...

Penerima Bantuan Dan

Kepada Yth. Seluruh Dosen Peneliti Penerima Bantuan Dana Publikasi Internasional, Seminar ...

Informasi Pengambila

Kepada Yth. Seluruh Dosen Peneliti Penerima Bantuan Dana Publikasi Internasional, Seminar ...

Pengumuman Daftar Ju

Kepada Yth. Para Calon Peneliti dan Pengabdi Tahun 2014 Kampus ...

TAWARAN PROGRAM HIBA

Kepada Yth. Seluruh Dosen Peneliti Kampus ITS Sukolilo Surabaya Sehubungan dengan surat Direktur ...

PENGIRIMAN BAHAN SEM

Kepada Yth. Para Ketua Peneliti (Nama Terlampir). Kampus ITS Sukolilo ...

Pelatihan Penulisan

Kepada Yth. Para Dosen/Peneliti Kampus ITS Sukolilo Surabaya Dalam rangka ...

Program bantuan Semi

Kepada Yth. Para Dosen/Peneliti Kampus ITS Sukolilo Surabaya Sehubungan dengan ...

PENERIMAAN PROPOSAL

Kepada Yth. Para Tenaga Dosen/Peneliti di Lingkungan Kampus ITS Sukolilo Surabaya   Dnegan ini diinformasikan ...

Panduan Pelaksanaan

Kepada Yth. Seluruh Tenaga Dosen / Peneliti di lingkungan Kampus ...

Penetapan Judul-Judu

Kepada Yth. Para Dosen Peneliti dilingkungan Kampus ITS Surabaya   Sehubungan dengan disahkannya revisi ...

Penerimaan Proposal

Kepada Yth. Para Tenaga Dosen/Peneliti dilingkungan Kampus ITS Surabaya [gallery link="file"] Dalam rangka pelaksanaan program ...

PENGUMUMAN PENERIMAA

Kepada Yth. Para Tenaga Dosen/Peneliti dilingkungan Kampus ITS Surabaya   Dalam rangka pelaksanaan kegiatan penelitian ...

Pengumuman Penerimaa

Kepada Yth. Para Dosen Peneliti Kampus ITS Surabaya   Dalam rangka memberi kesempatan kepada ...

Penetapan Judul-Judu

Kepada Yth. Para Ketua Jurusan/Program Studi Di Lingkungan ITS   Sehubungan dengan selesainya tahap ...